Jadi, baru-baru ini saya berhasil melesatkan brand e-commerce ini hingga sekitar $286.200 bersama agency Google Ads saya, Euro Marketing, yang baru mulai saya ajak bekerja sama sekitar 23 hari lalu. Studi kasus ini menyoroti strategi dan insight utama untuk meraih hasil yang signifikan dalam waktu singkat, khususnya untuk brand eCommerce.
Membongkar Mitos: Google Ads sebagai Platform yang Berbasis Waktu
Ini sangat penting karena banyak brand eCommerce menganggap Google Ads adalah platform yang berbasis waktu, dengan keyakinan bahwa dibutuhkan berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil yang berkelanjutan. Namun, studi kasus ini adalah contoh sempurna bagaimana strategi yang efektif dapat menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan bermakna.
Gambaran Studi Kasus: Menskalakan Brand Home & Kitchen
Untuk studi kasus ini, kami berfokus pada brand di niche home dan kitchen, khususnya yang menjual produk terkait rumah seperti bedding. Ini adalah bisnis eCommerce yang telah menjalankan iklan sejak 2023. Berikut rincian metrik dan strategi di balik pertumbuhan terbaru mereka.
Metrik Utama dan Pertumbuhan Pendapatan dalam 23 Hari Terakhir
Jika kita melihat kembali akun iklan mereka, kita bisa melihat metrik performa dari 23 hari terakhir (1-23 Oktober). Sorotan utamanya meliputi:
Pendapatan naik 25%
ROAS mencapai 3,15x, naik 3,18%
Belanja Iklan mencapai 90.000 AUD, naik 21% dibanding periode yang sama
Kondisinya terlihat sangat positif untuk brand eCommerce ini, tetapi kisah pertumbuhan mereka juga melibatkan tantangan dan perubahan strategi.
Tantangan Brand Sebelum Bekerja dengan Agency Google Ads Kami
Saat kami mulai bekerja dengan brand ini pada akhir September, mereka memiliki target besar selama tiga bulan: mencapai pendapatan bulanan $1 juta pada bulan Desember di semua platform. Saat itu, mereka menghasilkan $400.000 hingga $600.000 per bulan, dengan hanya 30% pendapatan berasal dari Google Ads.
Mengidentifikasi Masalah Utama dalam Struktur Kampanye
Sebelum kami terlibat, strategi Google Ads brand ini pada dasarnya dibangun di sekitar retargeting dan branded traffic. Hal ini menyebabkan stagnasi karena tidak ada cara efektif untuk memperluas audiens mereka guna menjangkau cold traffic. Kampanye shopping standar dan Performance Max menyumbang 80% dari branded traffic, sehingga membatasi potensi pertumbuhan.
Strategi Baru: Menggeser Fokus ke Cold Traffic dan Horizontal Scaling
Strategi awal kami berfokus untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada retargeting dan branded traffic. Dengan mengurangi porsi kampanye branded dan Performance Max, kami mampu memperluas jangkauan audiens. Berikut caranya:
Mengurangi Ketergantungan Berlebihan pada Branded Traffic: Ini membuka potensi untuk menjangkau pelanggan baru alih-alih hanya menarget ulang pelanggan yang sudah ada.
Fokus pada Horizontal Scaling dengan Kampanye Cold Traffic: Strategi ini menekankan pergeseran ke demand generation dengan targeting yang efektif di berbagai sumber cold traffic.
Menerapkan Perubahan Kampanye yang Cerdas untuk Jangkauan Maksimal
Dalam beberapa bulan sebelum kami bekerja, agency sebelumnya telah menguji berbagai jenis kampanye, termasuk YouTube dan Demand Gen. Namun, kampanye-kampanye ini tidak menghasilkan hasil yang kuat karena branding yang terbatas. Kami mengarahkan ulang jenis kampanye untuk memprioritaskan strategi cold traffic, sehingga menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan yang signifikan.
Kesimpulan: Hasil dan Poin Penting dari Studi Kasus eCommerce Ini
Hasilnya berbicara sendiri. Dengan memprioritaskan horizontal scaling dan cold traffic, brand eCommerce ini mampu meningkatkan pendapatan sebesar 25% dalam 23 hari, dengan ROAS kini mencapai 3,15x. Studi kasus ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, brand dapat melakukan scaling secara efektif dan mencapai pertumbuhan yang substansial dalam waktu singkat.
Jadi, baru-baru ini saya berhasil melesatkan brand e-commerce ini hingga sekitar $286.200 bersama agency Google Ads saya, Euro Marketing, yang baru mulai saya ajak bekerja sama sekitar 23 hari lalu. Studi kasus ini menyoroti strategi dan insight utama untuk meraih hasil yang signifikan dalam waktu singkat, khususnya untuk brand eCommerce.
Membongkar Mitos: Google Ads sebagai Platform yang Berbasis Waktu
Ini sangat penting karena banyak brand eCommerce menganggap Google Ads adalah platform yang berbasis waktu, dengan keyakinan bahwa dibutuhkan berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun untuk mendapatkan hasil yang berkelanjutan. Namun, studi kasus ini adalah contoh sempurna bagaimana strategi yang efektif dapat menghasilkan pertumbuhan yang cepat dan bermakna.
Gambaran Studi Kasus: Menskalakan Brand Home & Kitchen
Untuk studi kasus ini, kami berfokus pada brand di niche home dan kitchen, khususnya yang menjual produk terkait rumah seperti bedding. Ini adalah bisnis eCommerce yang telah menjalankan iklan sejak 2023. Berikut rincian metrik dan strategi di balik pertumbuhan terbaru mereka.
Metrik Utama dan Pertumbuhan Pendapatan dalam 23 Hari Terakhir
Jika kita melihat kembali akun iklan mereka, kita bisa melihat metrik performa dari 23 hari terakhir (1-23 Oktober). Sorotan utamanya meliputi:
Pendapatan naik 25%
ROAS mencapai 3,15x, naik 3,18%
Belanja Iklan mencapai 90.000 AUD, naik 21% dibanding periode yang sama
Kondisinya terlihat sangat positif untuk brand eCommerce ini, tetapi kisah pertumbuhan mereka juga melibatkan tantangan dan perubahan strategi.
Tantangan Brand Sebelum Bekerja dengan Agency Google Ads Kami
Saat kami mulai bekerja dengan brand ini pada akhir September, mereka memiliki target besar selama tiga bulan: mencapai pendapatan bulanan $1 juta pada bulan Desember di semua platform. Saat itu, mereka menghasilkan $400.000 hingga $600.000 per bulan, dengan hanya 30% pendapatan berasal dari Google Ads.
Mengidentifikasi Masalah Utama dalam Struktur Kampanye
Sebelum kami terlibat, strategi Google Ads brand ini pada dasarnya dibangun di sekitar retargeting dan branded traffic. Hal ini menyebabkan stagnasi karena tidak ada cara efektif untuk memperluas audiens mereka guna menjangkau cold traffic. Kampanye shopping standar dan Performance Max menyumbang 80% dari branded traffic, sehingga membatasi potensi pertumbuhan.
Strategi Baru: Menggeser Fokus ke Cold Traffic dan Horizontal Scaling
Strategi awal kami berfokus untuk mengurangi ketergantungan berlebihan pada retargeting dan branded traffic. Dengan mengurangi porsi kampanye branded dan Performance Max, kami mampu memperluas jangkauan audiens. Berikut caranya:
Mengurangi Ketergantungan Berlebihan pada Branded Traffic: Ini membuka potensi untuk menjangkau pelanggan baru alih-alih hanya menarget ulang pelanggan yang sudah ada.
Fokus pada Horizontal Scaling dengan Kampanye Cold Traffic: Strategi ini menekankan pergeseran ke demand generation dengan targeting yang efektif di berbagai sumber cold traffic.
Menerapkan Perubahan Kampanye yang Cerdas untuk Jangkauan Maksimal
Dalam beberapa bulan sebelum kami bekerja, agency sebelumnya telah menguji berbagai jenis kampanye, termasuk YouTube dan Demand Gen. Namun, kampanye-kampanye ini tidak menghasilkan hasil yang kuat karena branding yang terbatas. Kami mengarahkan ulang jenis kampanye untuk memprioritaskan strategi cold traffic, sehingga menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan yang signifikan.
Kesimpulan: Hasil dan Poin Penting dari Studi Kasus eCommerce Ini
Hasilnya berbicara sendiri. Dengan memprioritaskan horizontal scaling dan cold traffic, brand eCommerce ini mampu meningkatkan pendapatan sebesar 25% dalam 23 hari, dengan ROAS kini mencapai 3,15x. Studi kasus ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, brand dapat melakukan scaling secara efektif dan mencapai pertumbuhan yang substansial dalam waktu singkat.







